Jumat, 22 Januari 2016

PENGGUNAAN KOMPUTER DAN PROFESI BIMBINGAN KONSELING

Hasil gambar untuk komputer dan profesi bkHasil gambar untuk komputer dan profesi bk


 A.    Latar Belakang
Kata computer berasal dari bahasa Inggris to compute yang berarti menghitung. Sedangkan computer  berarti alat penghitung. Kemudian kata  computer  tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi komputer. Berdasarkan sifat-sifat yang dimilikinya, komputer dapat didefenisikan sebagai “peralatan elektronik yang bekerja secara koordinatif dan integrative berdasarkan program, dapat menerima masukan berupa data, mengolah dalam memori, dan menampilkan hasil berupa informasi.”
Pada dasarnya komputer memiliki tiga sifat, yaitu “bekerja dengan menggunakan tenaga listrik, bekerja berdasarkan program, dan bekerja dalam satu sistem. ” Dalam era informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu.
Perubahan zaman pada sekarang ini secara tidak langsung menuntut masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan dinamika globalisasi yang semakin maju. Dinamika globalisasi telah banyak memberikan pelbagai manfaat seperti terbukanya peluang-peluang baru dan meningkatkan kesejahteraan bagi manusia. Namun pengaruh dinamika globalisasi juga memberikan kerugian bagi manusia terutama manusia yang tidak siap dalam menghadapi tantangan globalisasi seperti munculnya pelbagai masalah.  Masalah keamanan manusia, meningkatnya kemiskinan, memperburuk ekonomi, memarginalkan manusia, dan munculnya berbagai masalah hubungan dengan kemanusiaan. Oleh karena itu, untuk mencapai manfaat yang optimal dari globalisasi yaitu dengan teknologi informasi.  Di dalam era globalisasi atau era informasi terjadi berbagai pertukaran informasi yang cepat tanpa batasan-batasan ruang dan waktu. Ini dapat menjadi peluang bagi profesi bimbingan dan konseling. Profesi bimbingan harus memberikan respons secara proaktif dalam menghadapi tantangan dan peluang tersebut melalui layanan profesional sehingga mampu membantu individu dalam beradaptasi dengan tuntutan global.
Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Layanan tersebut saat ini, pada saat zaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konseling dengan cara-cara yang lebih menarik, interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling.

B.    Pengertian Bimbingan Konseling
Bimbingan secara etimologi kata ini berasal dari kata guidance berasal dari kata kerja to guide yang mempunyai arti menunjukkan, membimbing, menuntun, atau membantu. Sesuai istilahnya, maka secara umum bimbingan dapat diartikan suatu bentuan atau tuntunan.
Defenisi bimbingan yang pertama kali dikemukakan dalam year’s Book of Education 1955, yaitu:
“Guidance is a process of helping individual through their own effort to discover and develop their potentialities both for per develop their potentialities both for personal happiness and social use fullness (Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usaha sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial).”
Sedangkan menurut Dr. Moh. Surya mengemukakan bahwa “Bimbingan adalah suatu pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengaruh diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri terhadap lingkungan.”
Konseling berasal dari bahasa Inggris to counsel yang secara etimologis berarti to give advice  yang berarti memberi saran dan nasehat. Menurut Rogers ia mengemukakan “counseling is a serious of direct contactive with the individual which amous to offer him assistance in changing his attitude and behavior (Konseling adalah serangkaian hubungan langsung dengan bertujuan untuk membantu dia dalam bersikap dan tingkah laku).”
Istilah bimbingan seringkali dirangkaikan dengan istilah konseling. Hal ini disebabkan karena bimbingan konseling itu merupakan suatu kegiatan integral.
Bimbingan dan konseling merupakan proses upaya membantu individu untuk mecapai perkembangannya yang optimal. Yang pada intinya bimbingan dan konseling merupakan suatu upaya bantuan terhadap individu untuk membantu mengoptimalkan perkembangan dalam kehidupannya serta membimbing individu agar mengetahui atau mengerti dirinya sendiri, mengarahkan, merealisasi, mengembangkan potensi, serta mengaktualisasi dirinya sendiri dan juga melalui tugas-tugas perkembangannya dengan baik.
Bimbingan dan konseling dalam pendidikan formal merupakan salah satu sarana pendukung untuk peserta didik optimal dalam memecahkan masalah serta mengembangkan potensi dirinya. Bimbingan dan konseling dalam pendidikan formal senantiasa menyelaraskan dengan perkembangan pendidikan yang juga selaras dengan perkembangan zaman, oleh karena itu, bimbingan konseling juga memerlukan suatu penyesuaian dengan kemajuan yaitu dengan penerapan aplikasi teknologi informasi.
Dalam usaha pemberian bantuan terhadap individu yang bermasalah, pelayanan bimbingan konseling melaksanakan beberapa fungsi :
1.      Fungsi pengungkapan
2.      Fungsi pencegahan
  1. Fungsi penyaluran
  2. Fungsi pengembangan
  3. Fungsi penyesuaian
  4. Fungsi pengarahan
  5. Fungsi informatif
  6. Fungsi pemecahan
  7. Fungsi perbaikan
10.  Fungsi pemeliharaan
  1. Fungsi peningkatan.
C.    Penggunaan Komputer dalam Layanan Bimbingan Konseling
Komputer merupakan media pembantu dalam memudahkan seorang konselor dalam membahas tentang berbagai permasalahan yang dimiliki oleh siswanya. Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah “perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. Pelling menyatakan bahwa ”penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir.” Hal ini sangat memungkinkan, karena dengan membuka internet, maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya.
Dengan Proses Konseling menggunakan bantuan komputer atau Computer Assisted Counseling (CAC) merupakan konseling mandiri, juga disebut konseling komputer pasif atau biasa juga disebut dengan standalone.  Konseli mencari pemecahan masalah atau kebutuhannya melalui program interaktif konseling dalam bentuk CD yang dirancang khusus agar konseli tersebut dapat mengeksplorasi permasalahannya, mencari informasi yang dibutuhkan dari sejumlah informasi yang disediakan, dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang ditawarkan. Dalam penggunaan fasilitas ini (CAC), konseli dimungkinkan untuk tidak perlu bertemu dengan konselor.  CAC ini juga dapat dilakukan secara blended, memperdalam materi-materi yang terdapat dalam program konseling, dan memilih tindakan selanjutnya.
Salah satu layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakan teknologi komputer khususnya internet adalah E-counseling atau cybercounseling. E-counseling merupakan salah satu cara yang efektif dan efisisen dalam proses konseling jarak jauh yang dilakukan antara konselor dengan konseli untuk membantu masalah-masalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan kehidupan konseli. E-counseling atau cybercounseling dapat dilakukan dengan berbgai layanan yaitu menggunakan e-mail atau e-mail therapy (konselor dan konseli berkomunikasi melalui surat yang dikirim melalui internet), atau chatting atau chat rooms (koneslor secara langsung berkomunikasi pada waktu yang sama melalui internet).
Selain sebagai tempat penggunaan internet, seorang konselor juga dapat menggunakan software yang terdapat dalam komputer seperti microsoft power point. Software ini dapat membantu konselor dalam menyampaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Dalam penggunaan layanan ini, konselor dituntut agar dapat menggunakan imajinasinya agar tidak terasa membosankan.
Program software power point memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan informasi. Melalui program ini, yang ditayangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan, tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point. Melalui fasilitas ini, konselor dapat pula memasukkan gambar-gambar di luar fasilitas power point, sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal.
Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP). Konselor dapat memasukkan gambar-gambar yang bergerak, bahkan konselor bisa melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film.
Di era yang sangat modern ini, penggunaan software-software  yang terdapat dalam komputer sangat banyak. Para motivator misalnya, untuk memberikan semangat baru bagi para audiensnya, mereka menampilkan beberapa gambar yang dirangkum dalam satu program. Dan para konselor yang dapat dikatakan sebagai motivator juga dapat melakukan hal itu dengan bantuan komputer.
D.    Kesimpulan
Teknologi komunikasi dan informasi telah merambah ke dalam dunia pendidikan, menyebabkan satu keharusan. Bimbingan Konseling di sekolah yang bertujuan membantu para peserta didik dalam memecahkan masalah yang mereka dimiliki kini juga telah tersihir dan menganggap perlunya satu teknologi terkini dalam bimbingannya. Komputerpun menjadi salah satu teknologi yang dapat membantu satu bimbingan konseling yang ada. Proses Konseling menggunakan bantuan komputer atau Computer Assisted Counseling (CAC) merupakan konseling mandiri, juga disebut konseling komputer pasif atau biasa juga disebut dengan standalone. Layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakan teknologi komputer yaitu internet dan software. Aplikasi yang sangat nyata adalah proses layanan bimbingan dan konseling  sudah tidak harus dengan bertatap muka. Banyak sekali hambatan yang menjadi duri bagi kemajuan dunia bimbingan dan konseling. Salah satunya adalah sumber daya manusianya yang belum bisa memanfaatkan dengan baik kemajuan teknologi informasi tersebut.

  


DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press. 2010.
Daryanto. Keterampilan Dasar Pengoperasian Komputer. Bandung: Irama Widya. 2004.
Hallen. Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Ciputat Press. 2002.
Pelling, Nadine. The Use Technology In Career Counseling: Journal of Technology in Counseling. Melbourne: Melbourne Journal. 2002.
Slameto. Bimbingan di Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara. 1988.
Uno, Hamzah B. dan Lamatenggo, Nina. Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar