A. Latar Belakang
Kata computer berasal dari bahasa Inggris to compute yang berarti menghitung.
Sedangkan computer berarti alat penghitung. Kemudian kata computer tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
menjadi komputer. Berdasarkan sifat-sifat yang dimilikinya,
komputer dapat didefenisikan sebagai “peralatan elektronik yang bekerja secara
koordinatif dan integrative berdasarkan program, dapat menerima masukan berupa
data, mengolah dalam memori, dan menampilkan hasil berupa informasi.”
Pada dasarnya komputer memiliki tiga sifat, yaitu
“bekerja dengan menggunakan tenaga listrik, bekerja berdasarkan program, dan
bekerja dalam satu sistem. ” Dalam era informasi, kecanggihan
teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran
informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu.
Perubahan zaman pada
sekarang ini secara tidak langsung menuntut masyarakat untuk menghadapi
berbagai tantangan dinamika globalisasi yang semakin maju. Dinamika globalisasi
telah banyak memberikan pelbagai manfaat seperti terbukanya peluang-peluang
baru dan meningkatkan kesejahteraan bagi manusia. Namun pengaruh dinamika
globalisasi juga memberikan kerugian bagi manusia terutama manusia yang tidak
siap dalam menghadapi tantangan globalisasi seperti munculnya pelbagai masalah. Masalah keamanan manusia, meningkatnya
kemiskinan, memperburuk ekonomi, memarginalkan manusia, dan munculnya berbagai
masalah hubungan dengan kemanusiaan. Oleh karena itu, untuk mencapai manfaat
yang optimal dari globalisasi yaitu dengan teknologi
informasi. Di dalam era globalisasi atau era informasi terjadi berbagai pertukaran
informasi yang cepat tanpa batasan-batasan ruang dan waktu. Ini
dapat menjadi peluang bagi profesi bimbingan dan konseling. Profesi bimbingan
harus memberikan respons secara proaktif dalam menghadapi tantangan dan peluang
tersebut melalui layanan profesional sehingga mampu membantu individu dalam
beradaptasi dengan tuntutan global.
Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian
bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan.
Layanan tersebut saat ini, pada saat zaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka
secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi
informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konseling dengan cara-cara yang
lebih menarik, interaktif, dan tidak
terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam
bimbingan dan konseling.
|
|
B. Pengertian Bimbingan Konseling
Bimbingan secara etimologi kata ini berasal dari kata guidance berasal dari kata kerja to guide yang mempunyai arti menunjukkan, membimbing, menuntun, atau membantu.
Sesuai istilahnya, maka secara umum bimbingan dapat diartikan suatu bentuan
atau tuntunan.
Defenisi bimbingan yang pertama kali dikemukakan dalam
year’s Book of Education 1955, yaitu:
“Guidance is a
process of helping individual through their own effort to discover and develop
their potentialities both for per develop their potentialities both for
personal happiness and social use fullness (Bimbingan adalah suatu proses
membantu individu melalui usaha sendiri untuk menemukan dan mengembangkan
kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial).”
Sedangkan menurut Dr. Moh. Surya mengemukakan bahwa “Bimbingan adalah suatu
pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang
dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri,
pengaruh diri dan perwujudan diri
dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri terhadap
lingkungan.”
Konseling berasal dari bahasa
Inggris to counsel yang secara etimologis berarti to give advice yang berarti memberi saran dan nasehat. Menurut Rogers ia
mengemukakan “counseling is a
serious of direct contactive with the individual
which amous to offer him assistance in changing his
attitude and behavior (Konseling adalah
serangkaian hubungan langsung dengan bertujuan untuk membantu dia dalam
bersikap dan tingkah laku).”
Istilah bimbingan seringkali dirangkaikan dengan
istilah konseling. Hal ini disebabkan karena bimbingan konseling itu merupakan
suatu kegiatan integral.
Bimbingan dan konseling merupakan proses upaya
membantu individu untuk mecapai perkembangannya yang optimal. Yang pada intinya
bimbingan dan konseling merupakan suatu upaya bantuan terhadap individu untuk
membantu mengoptimalkan perkembangan dalam kehidupannya serta membimbing
individu agar mengetahui atau mengerti dirinya sendiri, mengarahkan, merealisasi,
mengembangkan potensi, serta mengaktualisasi dirinya sendiri dan juga melalui
tugas-tugas perkembangannya dengan baik.
Bimbingan dan konseling dalam pendidikan formal
merupakan salah satu sarana pendukung untuk peserta didik optimal dalam
memecahkan masalah serta mengembangkan potensi dirinya. Bimbingan dan konseling
dalam pendidikan formal senantiasa menyelaraskan dengan perkembangan pendidikan
yang juga selaras dengan perkembangan zaman, oleh karena itu, bimbingan
konseling juga memerlukan suatu penyesuaian dengan kemajuan yaitu dengan
penerapan aplikasi teknologi informasi.
Dalam usaha pemberian bantuan terhadap individu yang
bermasalah, pelayanan bimbingan konseling melaksanakan beberapa fungsi :
1.
Fungsi pengungkapan
2. Fungsi pencegahan
- Fungsi penyaluran
- Fungsi pengembangan
- Fungsi penyesuaian
- Fungsi pengarahan
- Fungsi informatif
- Fungsi pemecahan
- Fungsi perbaikan
10. Fungsi pemeliharaan
- Fungsi peningkatan.
C. Penggunaan Komputer dalam
Layanan Bimbingan Konseling
Komputer merupakan media pembantu dalam memudahkan
seorang konselor dalam membahas tentang berbagai permasalahan yang dimiliki
oleh siswanya. Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara
atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah “perantara atau pengantar pesan
dari pengirim ke penerima pesan.
Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor
dalam proses konseling. Pelling menyatakan bahwa ”penggunaan komputer
(internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir
sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir.” Hal ini sangat
memungkinkan, karena dengan membuka internet, maka siswa akan dapat melihat
banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi
lanjut atau pilihan karirnya.
Dengan Proses Konseling
menggunakan bantuan komputer atau Computer
Assisted Counseling (CAC)
merupakan konseling mandiri, juga disebut konseling komputer pasif atau biasa
juga disebut dengan standalone. Konseli mencari pemecahan masalah atau
kebutuhannya melalui program interaktif
konseling dalam bentuk CD
yang dirancang khusus agar konseli tersebut dapat mengeksplorasi
permasalahannya, mencari informasi yang dibutuhkan dari sejumlah informasi yang
disediakan, dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang ditawarkan. Dalam
penggunaan fasilitas ini (CAC), konseli dimungkinkan untuk tidak perlu bertemu
dengan konselor. CAC ini juga dapat dilakukan secara blended, memperdalam
materi-materi yang terdapat dalam program konseling, dan memilih tindakan
selanjutnya.
Salah satu layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakan teknologi
komputer khususnya internet adalah E-counseling atau
cybercounseling. E-counseling merupakan salah satu cara yang efektif dan
efisisen dalam proses konseling jarak jauh yang dilakukan antara konselor
dengan konseli untuk membantu masalah-masalah yang berkaitan dengan
perkembangan kepribadian dan kehidupan konseli. E-counseling atau
cybercounseling dapat dilakukan dengan berbgai layanan yaitu menggunakan e-mail
atau e-mail therapy (konselor dan konseli berkomunikasi melalui surat yang
dikirim melalui internet), atau chatting atau chat rooms (koneslor secara
langsung berkomunikasi pada waktu yang sama melalui internet).
Selain sebagai tempat penggunaan internet, seorang
konselor juga dapat menggunakan software yang terdapat dalam komputer seperti microsoft power point. Software ini dapat membantu konselor dalam
menyampaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Dalam penggunaan layanan
ini, konselor dituntut agar dapat menggunakan imajinasinya agar tidak terasa
membosankan.
Program software power point memberikan kesempatan
bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan
informasi. Melalui program ini, yang ditayangkan tidak saja berupa
tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan, tetapi dapat juga ditampilkan
gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power
point. Melalui fasilitas ini, konselor dapat pula memasukkan gambar-gambar di
luar fasilitas power point, sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih
optimal.
Gambar-gambar yang disajikan melalui program power
point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector (OHP).
Konselor dapat memasukkan gambar-gambar yang bergerak, bahkan konselor bisa
melakukan insert gambar-gambar yang ada di sebuah film.
Di era yang sangat modern ini, penggunaan software-software yang terdapat dalam komputer sangat banyak. Para
motivator misalnya, untuk memberikan semangat baru bagi para audiensnya, mereka
menampilkan beberapa gambar yang dirangkum dalam satu program. Dan para
konselor yang dapat dikatakan sebagai motivator juga dapat melakukan hal itu
dengan bantuan komputer.
D. Kesimpulan
Teknologi komunikasi dan informasi telah merambah ke dalam dunia pendidikan,
menyebabkan satu keharusan. Bimbingan Konseling di sekolah yang bertujuan
membantu para peserta didik dalam memecahkan masalah yang mereka dimiliki kini
juga telah tersihir dan menganggap perlunya satu teknologi terkini dalam
bimbingannya. Komputerpun menjadi salah satu teknologi yang dapat membantu satu
bimbingan konseling yang ada. Proses
Konseling menggunakan bantuan komputer atau Computer Assisted Counseling (CAC) merupakan konseling mandiri, juga disebut
konseling komputer pasif atau biasa juga disebut dengan standalone. Layanan bimbingan dan konseling dengan menggunakan
teknologi komputer yaitu internet dan software. Aplikasi yang sangat nyata adalah proses layanan
bimbingan dan konseling sudah tidak harus dengan bertatap muka. Banyak
sekali hambatan yang menjadi duri bagi kemajuan dunia bimbingan dan konseling.
Salah satunya adalah sumber daya manusianya yang belum bisa memanfaatkan dengan
baik kemajuan teknologi informasi tersebut.
|
|
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press. 2010.
Daryanto. Keterampilan Dasar Pengoperasian
Komputer. Bandung: Irama Widya. 2004.
Hallen. Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Ciputat Press. 2002.
Pelling, Nadine. The Use Technology In Career
Counseling: Journal of Technology
in Counseling. Melbourne:
Melbourne Journal. 2002.
Slameto. Bimbingan di Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara. 1988.
Uno, Hamzah B. dan Lamatenggo,
Nina. Teknologi
Komunikasi dan Informasi dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. 2010.